Monday, March 9, 2015

Frederich Silaban dan Riyanto


Saat menanyakan kepada masyarakat Indonesia mengenai kedua nama tersebut, kemungkinan besar jarang yang mengenal mereka. Selain mereka berdua sudah almarhum, pemberitaan mengenai mereka juga sangat minim. Padahal apa yang mereka lakukan merupakan hal yang sangat penting dan bisa menjadi teladan bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Bangsa yang multikultural atau memiliki keanekaragaman yang bisa menjadi sautu kelebihan maupun bumerang yang memecah belah.

Sunday, March 8, 2015

Suku Bangsanya Ahok


Chinese , Tionghoa atau WNI Keturunan istilah halus untuk menyebut Warga Negara Indonesia dari suku bangsa Tionghoa. Penyebaran suku Tionghoa dari daratan China ke seluruh dunia merupakan hal yang wajar, dimana kemudian mereka yang sudah berpindah turut memiliki kewarganegaraan baru. Memang mereka biasa disebut Chinese (di Eropa, Amerika) , Tsinoy (di Filipina) dan sebutan-sebutan lainnya. Singapura bisa dibilang padat dengan orang-orang dari suku bangsa Tionghoa, tetapi bukan berarti mereka warga negara Tiongkok. Mereka tetap warga negara Singapura.

Friday, March 6, 2015

Kumpulan Meme Haji Lulung

#SaveHajiLulung mulai mendunia. Ada baiknya kita turut menikmati kekocakan ini, berikut kami telah mengkreasikan beberapa Meme Haji Lulung. Semoga bisa memberikan hiburan di tengah kisruh Ahok vs DPRD. Sebagian besar berhubungan sama Kaskus. Freedom of Speech! Enjoy! 


Thursday, March 5, 2015

2 Anggota Favorit DPRD DKI Jakarta


Kepergian Jokowi dari Jakarta terkesan sedang menghindari panasnya situasi Ibukota. Perlu diingat bahwa Jokowi pergi saat terjadi kasus KPK vs Polri. Sampai kasus ini agak mendingin, Jokowi tetap bertahan di Bogor. Tidak lama kemudian terjadilah kasus Ahok vs DPRD yang semakin lama semakin memanas. Tetapi Jokowi tetap bertahan di Bogor dan turut merayakan Cap Go Meh. Memang agak kontras....Ahok yang dari suku bangsa Tionghoa justru sedang berada dalam situasi kisruh bersama DPRD.

Diajukan oleh DPRD DKI: Printer 3 M, Ruangan 2,5 M, Peralatan Fitness 2,5 M


Setelah anggaran versi DPRD dan Pemkot DKI terbuka, ternyata kalau dicermati lebih lanjut semakin banyak hal-hal mencurigakan yang terbongkar. Selain UPS seharga hampir 5 Miliar per buah untuk sekolah-sekolah di wilayah DKI Jakarta, juga terdapat anggaran sendok sebesar 50 ribu rupiah per buah, selusin 600 ribu rupiah. Wah-wah mulai dari yang kecil-kecil saja sudah di mark up gila-gilaan.....

Berikutnya yang "wah" lagi adalah pengadaan Printer 3D untuk 59 Sekolah di Jakarta Selatan. Harga yang diajukan untuk Printer 3D ini pun luar biasa besar, yakni 3 Miliar untuk 1 buah Printer 3D. Untuk totalnya tinggal dikalikan sendiri. Sebenarnya keberadaan Printer 3D belumlah cocok untuk sekolah setingkat SMA. Selain itu harga yang diajukan pun jauh dari harga Printer 3D yang paling mahal yaitu Observer 3D Scanner dari FlashForge , 104 juta rupiah.

Monday, March 2, 2015

Konspirasi Syahrini, Hotman Paris, Lulung Lunggana


Mari bersantai sedikit. Media masih ramai memberitakan tentang Ahok. Apalagi isu semakin panas ketika Haji Lulung Lunggana angkat bicara. Sang Ketua DPRD sampai mengeluarkan statement bahwa adanya dukungan komunis di balik gerakan Ahok melawan DPRD. Mungkin Bapak Lulung sedang lelah atau lapar ketika mengeluarkan statement ini. Menakut-nakuti rakyat dengan isu komunis biasa dilakukan di tahun 80-90an. Tetapi di era tahun 2000? ......Jangan-jangan Pak Lulung sedang sibuk dengan bisnis debt collectornya sampai tidak mengikuti berita. Akan lebih elegan kalau Pak Lulung mengkaitkan Ahok dengan Illuminati, atau yang sedang tren sekarang gerakan ISIS, supaya lebih heboh Pak. Komunis sudah nggak laku soalnya.

3 Alasan Mendukung Ahok


Mengapa Ahok banyak mendapat dukungan? atau mungkin pertanyaan ini bisa diubah dengan "Mengapa Ahok harus didukung?" Ada beberapa faktor penting yang membuat Ahok layak mendapat dukungan. Ahok berbeda dengan rata-rata pejabat pada umumnya, bahkan dibandingkan Presiden Jokowi yang sempat lama sekali menjadi media darling, Ahok bisa dibilang lebih baik. Atau mungkin jauh lebih baik. Berikut beberapa alasan mengapa Ahok layak didukung :

1. Ahok Non Partai
Ya, sejak 10 September 2014 Ahok keluar dari partai pendukungnya saat itu (Gerindra), karena berbeda pandangan mengenai Pilkada. Dimana saat itu Ahok menolak RUU Pilkada. Untuk sebagian orang yang sinis langkah Ahok bisa dianggap sebagai kutu loncat politik. Tetapi yang jelas sampai saat ini ia belum tergabung dengan partai manapun. Walaupun sebenarnya banyak tawaran pastinya yang datang untuk Ahok yang menjabat Gubernur DKI Jakarta.