Tuesday, May 6, 2014

Novus Ordo Seclorum , Pemilu 2014


Indonesia menuju perubahan yang lebih setelah Pemilu 2014. Hal ini bisa dipastikan bila pasangan Jokowi-Jusuf Kalla memenangkan Pemilu. Tanpa maksud berkampanye, tulisan ini ingin membuka mata kebijaksanaan kita semua mengenai skenario besar di balik Pemilu 2014. Dimana tentunya ada gerakan besar yang menggiring rakyat Indonesia untuk memilih salah satu pasangan. 

Jokowi vs Prabowo, secara putih dan hitam digambarkan bagaikan Pandawa vs Kurawa. Betapa Prabowo yang dianggap memiliki track hitam berkolaborasi dengan beberapa tokoh yang juga dianggap memiliki track hitam atau image kurang baik di mata masyarakat Indonesia, seperti Hatta Rajasa (kasus tabrakan anaknya), ARB (kasus Lapindo), Rhoma Irama, Ahmad Dhani dan PKS yang memiliki berbagai kasus. Seperti sengaja dibuat grup putih vs grup hitam.

Sementara Jokowi tampak bersikap sederhana, Prabowo disetting sedemikian rupa bagaikan komandan perang yang terus mendesak Jokowi. Sudah menjadi mindset bangsa Indonesia, melalui sinetron dan visualisasi yang ada, bahwa victimization menjadi suatu keuntungan bagi pihak yang dianggap lemah atau korban. Tidak butuh survei jenius untuk memastikan kemenangan Jokowi.

Prabowo dan grupnya terkesan sebagai tokoh settingan pada Pemilu 2014 . Prabowo dan ARB bisa dibilang sudah memiliki harta materi yang berlimpah dan antara butuh tidak butuh untuk menjadi Presiden RI. Tidak menang pun tidak masalah. Yang jelas ia memecah suara dan mencegah timbulnya ekstrim baru yang tentunya tidak dikehendaki "EOP" seperti faksi Muslim Militan.

Jokowi menang berarti hati rakyat Indonesia secara tidak langsung sudah ditaklukkan. Demikian juga Indonesia secara mayoritas mudah untuk diarahkan demi kepentingan "EOP". Bukan rahasia umum bila Indonesia memiliki tambang emas terbesar serta sumber energi yang berlimpah. Dua hal yang menjadi kunci kehidupan masyarakat dunia pada masa mendatang.

Emas merupakan satuan ukur terhadap mata uang utama yakni USD. Sementara energi merupakan hal yang terbatas dan tidak terbarukan. Pemerintahan baru akan mengamankan dua hal ini untuk cadangan kebutuhan masyarakat yang akan datang, dimana belum tentu bangsa Indonesia terhitung di dalamnya. Pemilu 2014 hanya sebagian kecil dari rancangan untuk kehidupan masyarakat yang akan datang.

Mungkin kenyataan dari tulisan ini akan muncul baru pada beberapa dekade mendatang. Ketika masyarakat yang baru sudah lahir.

 Magnus ab integro sæclorum nascitur ordo


3 comments:

  1. lu yg sesat temen nya setan, brengsek

    ReplyDelete
  2. hadeuh, tulisan setan begini dipercaya, ga salah tuh siapa yg di setting? -___-

    ReplyDelete
  3. YeaH makes sense, politik untuk sekelas president itu tidaklah dangkal seperti yg kita lihat di media. lets We see yeaH

    ReplyDelete