Thursday, February 5, 2015

Pion Pembunuh : Feriyani Lim - Rani Juliani


11 Oktober 2009 , Sdr Antasari Azhar (Ketua KPK ke 2) diberhentikan dari jabatannya terkait dengan kasus pembunuhan yang dituduhkan. 11 Februari 2010, sang pemberantas korupsi mendapat vonis 18 tahun penjara. Kasus pembunuhan yang terjadi dilatarbelakangi oleh perselingkuhan dengan wanita bernama Rani Juliani, dimana hal ini masih menjadi sebuah pertanyaan. Pada akhirnya kasus ditutup dengan tetap dipenjaranya Sdr Antasari Azhar.

Abraham Samad (Ketua KPK ke 4) mengalami gonjang ganjing yang hampir mirip dengan seniornya. Dikaitkan dengan wanita bernama Feriyani Lim yang sedang berkasus. Memang sampai saat ini Samad masih bertahan dan belum bernasib sama dengan Ketua KPK ke 2. Dukungan #SaveKPK tampak masih ampuh melindungi Samad dan institusi yang ia pimpin.

Rani Juliani dan Feriyani Lim hanyalah umpan kecil untuk menjegal KPK. Mungkin karena KPK sudah bergerak di luar "batas aman" , tokoh-tokoh penting sudah tersenggol. Sebut saja Suryadharma Ali, Jero Wacik, Sutan Bhatoegana dan lain-lain yang mungkin segera menyusul. Bisa jadi sang "Raja" takut "Pangerannya" ikut terlilit jaring KPK.

Jokowi sebagai kuda hitam penentu jalannya permainan tampak berhati-hati. Ia masih butuh untuk melindungi "keluarga kerajaan" di sisi lain ia juga butuh dukungan rakyat di tengah jabatan presiden yang baru ia duduki belum ada setahun. Sedikit kompromi sebenarnya akan menyelesaikan segala permasalahan ini. KPK berhenti menyenggol kasus sensitif, maka Abraham Samad dan skandal settingan Feriyani Lim akan ikut terkubur. Sama seperti skandal Rani Juliani yang kebenarannya sudah berada dalam peti es.

Oderint dum metuat

No comments:

Post a Comment