Tuesday, February 17, 2015

Samad sudah Tamat


Setelah Komjen BG lepas berkat keputusan Hakim Sarpin pada proses praperadilan, giliran Abraham Samad menanti proses hukum yang sedang ia jalani. Tentu publik berharap ia bisa lolos dari perangkap yang dipasang baginya. Namun demikian andaikata ia selamat pun, karirnya di KPK belum tentu bisa berlanjut. Serangan balik koruptor akan terus menekan dan Samad bisa dibilang tidak memiliki dukungan politik, termasuk dari Presiden Jokowi yang ternyata tidak bergeming terhadap kasus KPK- Polri.

Skenario terburuk tentunya adalah masuknya Abraham Samad ke dalam bui. Sama seperti yang menimpa Antazhari Azhar. Bagaimana dengan gerakan publik? Sepertinya hal ini tidak berpengaruh banyak. Gerakan publik di Indonesia belum se ekstrem Arab Spring di Timur Tengah atau gerakan kaus merah di Thailand. Rakyat Indonesia tetap menjalankan aktifitas seperti biasa. Masalah KPK-Polri hanya dibahas sebatas twitter, facebook, forum atau diskusi-diskusi di kampus.

Berbelitnya kasus yang menimpa para ketua KPK mendorong pihak yang selama ini direpotkan oleh institusi ini mulai mendesak Presiden Jokowi untuk melakukan pergantian pimpinan. Dengan alasan untuk keefektifan kinerja KPK. Padahal tentunya di balik alasan yang terlihat mulia ini, sebenarnya ada maksud untuk menghabisi karir Abraham Samad.

Sasaran berikutnya : Basuki Tjahja Purnama alias Ahok? 
Bisa jadi.....kita nantikan saja.

No comments:

Post a Comment