Thursday, March 5, 2015

2 Anggota Favorit DPRD DKI Jakarta


Kepergian Jokowi dari Jakarta terkesan sedang menghindari panasnya situasi Ibukota. Perlu diingat bahwa Jokowi pergi saat terjadi kasus KPK vs Polri. Sampai kasus ini agak mendingin, Jokowi tetap bertahan di Bogor. Tidak lama kemudian terjadilah kasus Ahok vs DPRD yang semakin lama semakin memanas. Tetapi Jokowi tetap bertahan di Bogor dan turut merayakan Cap Go Meh. Memang agak kontras....Ahok yang dari suku bangsa Tionghoa justru sedang berada dalam situasi kisruh bersama DPRD.

Mediasi dari Kemendagri yang ternyata tidak diikuti oleh Mendagri sendiri....berjalan santai pada awalnya. Namun di akhir mediasi terjadi situasi panas. Terlontar kata "Anjing" dan "Bangsat" dari arah rombongan DPRD. Awalnya di media massa salah satu antek DPRD mengatakan bahwa Ahok memaki-maki saat pertemuan. Ternyata pada video Youtube yang telah tersebar luas, terbukti kata-kata makian justru datang dari kubu DPRD. 

Sungguh mengenaskan menyandang gelar Dewan Perwakilan RAKYAT Daerah tetapi memberi teladan yang sangat buruk. Bila memang tidak korupsi bukankah bisa dijelaskan baik-baik? tanpa perlu memaki dengan bahasa yang sangat kasar. Atau jangan-jangan keluarnya kata-kata "Anjing" dan "Bangsat" bukan dengan maksud memaki Ahok, tetapi itu panggilan terhadap sesama rekan DPRD. Betapa berbahaya bila orang-orang demikian tetap dibiarkan berkuasa.

Semoga kejadian ini bisa menarik perhatian Jokowi untuk segera tanggap mengatasi permasalahan. Atau mungkin DPR RI bisa memberi sanksi kepada orang-orang yang mengeluarkan makian kasar tersebut. Walaupun agak sulit berharap adanya keadilan, tetapi rakyat tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Maju terus Koh Ahok!

No comments:

Post a Comment