Monday, March 2, 2015

Konspirasi Syahrini, Hotman Paris, Lulung Lunggana


Mari bersantai sedikit. Media masih ramai memberitakan tentang Ahok. Apalagi isu semakin panas ketika Haji Lulung Lunggana angkat bicara. Sang Ketua DPRD sampai mengeluarkan statement bahwa adanya dukungan komunis di balik gerakan Ahok melawan DPRD. Mungkin Bapak Lulung sedang lelah atau lapar ketika mengeluarkan statement ini. Menakut-nakuti rakyat dengan isu komunis biasa dilakukan di tahun 80-90an. Tetapi di era tahun 2000? ......Jangan-jangan Pak Lulung sedang sibuk dengan bisnis debt collectornya sampai tidak mengikuti berita. Akan lebih elegan kalau Pak Lulung mengkaitkan Ahok dengan Illuminati, atau yang sedang tren sekarang gerakan ISIS, supaya lebih heboh Pak. Komunis sudah nggak laku soalnya.

Selain Bapak Lulung Lunggana, artis tenar (entah kenapa bisa tenar) Syahrini ikut masuk dalam pusaran kasus Abraham Samad - Feriyani Lim. Bersama pengacaranya , Hotman Paris Hutapea, Syahrini memberikan keterangan untuk polisi. Kasus Samad yang mulai dingin sepertinya akan memanas lagi. Bagaimana tidak, Syahrini berpose absurd saja sudah bikin heboh, apalagi kalau dikaitkan dengan Abraham Samad. Semoga ini bukan settingan untuk sekedar menaikkan pamor. Keberadaan Hotman Paris sejauh ini masih sebagai figuran, mungkin beberapa hari ke depan beliau akan mendapat banyak sorotan. Kabarnya pengacara terkenal fee nya gratis kalau mendampingi artis atau tokoh tertentu, karena sebagai ganti uang, mereka mendapatkan popularitas melalui sorotan berbagai media.

Lalu dimana konspirasinya? Ketiga tokoh ini memiliki kesamaan, mereka sama-sama memiliki Lamborghini. Meskipun Bapak Lulung mengakui bahwa Lamborghini yang pernah ia kendarai adalah pinjaman (tetapi hal ini patut diragukan). Para pemilik Lamborghini hari ini sama-sama terlibat dalam peristiwa besar. Aneh tapi nyata. Apakah ini hanya kebetulan belaka? Mungkin tidak. Jatuhnya Samad, membuat KPK goyang, dan KPK yang sekarang akan menjadi lebih hati-hati terhadap laporan yang ada, termasuk laporan yang dilakukan oleh Ahok. Ada kemungkinan laporan Ahok ditolak demi "keselamatan" KPK.

Mungkin kelihatannya ini bodoh dan hanya mencocok-cocokkan atau dalam istilah Kaskusers "Cocoklogi". Ya rakyat jelata mungkin saja lebih bodoh daripada Ketua DPRD yang memainkan isu komunis. Atau justru terbalik ya? Dari sudut pandang cocoklogi si Ketua DPRD agak jauh mencocokkan Ahok dan komunis. Sebaiknya Bapak Lulung Lunggana banyak belajar cocoklogi di Kaskus.

No comments:

Post a Comment